Belajar PHP di 2026, Masih Relevan Nggak Sih?

PHP masih jadi pilihan populer di 2026 meski banyak bahasa pemrograman baru bermunculan. Yuk kita bahas kenapa bahasa ini masih worth it buat dipelajari.

Lapakin

Lapakin

04 Oktober 2026

37 views
Belajar PHP di 2026, Masih Relevan Nggak Sih?

PHP di 2026: Bahasa "Kuno" yang Masih Hidup

Sobat Lapakin, pernah nggak sih kita dengar orang bilang PHP itu udah mati atau ketinggalan zaman? Nah, ternyata di 2026 ini masih banyak banget developer yang aktif pakai PHP buat bikin website dan aplikasi web. Terus muncul pertanyaan, masih worth it nggak sih belajar PHP sekarang?

Makanya kita coba bahas bareng-bareng dari sudut pandang sharing aja ya, bukan sok tau atau ngajarin. Sebab kita juga masih belajar dan eksplorasi hal-hal baru di dunia web development.

Kenapa PHP Masih Banyak yang Pakai?

Nah, kalau kita lihat diskusi di komunitas developer akhir-akhir ini, ada beberapa alasan menarik kenapa PHP masih bertahan. Pertama, ekosistemnya udah matang banget. Artinya, library, framework, dan tool buat PHP itu udah banyak dan stabil, jadi kita nggak perlu repot bikin semuanya dari nol.

Terus soal hosting juga gampang. Sebab hampir semua shared hosting support PHP out of the box, jadi kita tinggal upload file dan langsung jalan. Beda sama bahasa lain yang kadang butuh setup server khusus atau konfigurasi yang ribet.

Bahkan di 2026 ini, PHP versi modern udah jauh lebih baik dari versi lamanya. Yang dulu sering dikritik karena inkonsistensi dan fitur yang aneh-aneh, sekarang udah banyak yang diperbaiki. Jadinya nulis kode PHP sekarang terasa lebih enak dan predictable.

LLM Bikin PHP Makin Menarik

Satu hal lagi yang bikin PHP makin relevan di era sekarang adalah keberadaan LLM atau Large Language Model. Karena itu, AI bisa generate kode PHP yang kualitasnya bagus banget, bahkan kadang lebih rapi dari kode yang ditulis manual. Alhasil, developer yang pakai PHP bisa lebih produktif karena dibantu AI.

Dan soal debugging, LLM juga bantu banget. Kalau kita stuck sama error, tinggal tanya ke AI dan biasanya langsung dapet solusi yang work. Yang lebih penting lagi, AI ngerti banget sintaks dan best practice PHP, jadi hasilnya jarang ngaco.

Laravel: Framework yang Bikin PHP Tetap Cool

Nah kalau soal framework, Laravel jelas jadi bintangnya. Karena itu, banyak developer yang bilang Laravel lah yang bikin PHP tetap relevan sampai sekarang. Framework ini punya komunitas yang aktif, dokumentasi lengkap, dan fitur-fitur yang bikin development jadi cepet.

Selain itu, Laravel juga terus update ngikutin tren terbaru. Pokoknya kalau kita pakai Laravel, rasanya kayak pakai framework modern yang powerful tapi tetap simple. Makanya nggak heran kalau Laravel masih jadi pilihan utama buat bikin web app yang scalable.

Setup yang Simpel Itu Nilai Plus

Terus ada satu hal lagi yang sering dilupain orang: setup PHP itu simpel banget. Jadi kita nggak perlu install runtime khusus atau ngurus dependency yang rumit. Cukup install PHP, setup web server kayak Nginx atau Apache, dan kita udah bisa langsung coding.

Bahkan sekarang ada tool kayak FrankenPHP yang bikin deployment PHP jadi makin gampang. Karena itu, banyak developer yang switch ke FrankenPHP dan bilang pengalaman deployment mereka jadi 10x lebih baik. Alhasil, PHP di 2026 ini bukan cuma gampang buat development, tapi juga gampang buat production.

PHP Buat Side Project Itu Enak

Nah kalau kita punya side project atau proyek iseng, PHP itu pilihan yang pas banget. Sebab kita bisa cepet bikin prototype tanpa ribet sama setup yang kompleks. Terus hostingnya murah dan gampang dicari, jadi nggak perlu keluar duit banyak buat nyoba ide baru.

Di sisi lain, banyak developer senior yang udah puluhan tahun pakai bahasa lain tetep balik ke PHP buat side project mereka. Karena itu, ada yang bilang PHP itu kayak comfort food buat programmer - simpel, enak, dan bikin kenyang.

Tapi PHP Juga Punya Kekurangan

Tapi tenang, kita juga harus jujur kalau PHP nggak sempurna. Sebab ada beberapa hal yang masih kurang enak, misalnya type system-nya yang kadang bikin bingung atau standar library yang nggak sekomplit bahasa lain. Jadinya kita harus hati-hati dan tetep ngikutin best practice.

Apalagi kalau kita bandingin sama bahasa kayak TypeScript atau Rust yang lebih strict, PHP emang terasa lebih "santai". Tapi ya itu juga yang bikin PHP cepet buat nulis kode tanpa terlalu banyak boilerplate.

Kesimpulan: Masih Worth It Kok

Pokoknya kalau kita tanya masih worth it belajar PHP di 2026, jawabannya masih iya banget. Karena itu, PHP punya ekosistem yang mature, komunitas yang aktif, dan terus berkembang ngikutin zaman. Terus dengan bantuan LLM dan framework kayak Laravel, development pakai PHP jadi makin menyenangkan.

Yang lebih penting lagi, PHP itu practical. Jadi kita bisa fokus bikin solusi tanpa terlalu pusing sama kompleksitas yang nggak perlu. Sebab buat banyak use case, terutama web development, PHP masih jadi pilihan yang solid dan reliable.

Terus kalau kita baru mau mulai belajar, nggak ada salahnya coba PHP dulu. Karena itu, kita bisa cepet bikin sesuatu yang work dan langsung lihat hasilnya. Alhasil motivasi belajar kita jadi lebih terjaga karena ada progress yang keliatan.

Sharing Aja, Bukan Ngajarin

Nah itu tadi sharing kita tentang PHP di 2026. Kita nggak bilang PHP itu bahasa terbaik atau satu-satunya pilihan, tapi kita mau nunjukin kalau bahasa ini masih alive and kicking. Sebab setiap bahasa punya strengths dan weaknesses masing-masing, jadi tinggal pilih yang cocok sama kebutuhan kita.

Kalau kita punya pengalaman atau pendapat lain tentang PHP, boleh banget sharing di kolom komentar. Karena itu, kita bisa saling belajar dan dapet perspektif baru dari temen-temen developer lain.

Dan kalau kita lagi cari tool buat bantu manage bisnis jasa kita biar lebih rapi dan profesional, yuk kita coba Lapakin. Aplikasi nota digital dan tracking servis gratis yang bikin usaha kita kelihatan lebih kredibel di mata customer.

Coba Lapakin Sekarang Gratis!

Lapakin

Ditulis oleh

Lapakin

Penulis di Lapakin.

Komentar (0)

Ingin memberikan komentar?

Silakan masuk ke akun Anda terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi pada artikel ini.

Masuk / Login

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait