Prompt AI Masih Laku? Mari Kita Lihat Kondisinya Sekarang (dan Mengapa Agents Lagi Trending)

Observasi jujur tentang kondisi pasar prompt AI sekarang, apakah masih laku, dan mengapa trend sekarang lebih ke agents.

Lapakin

Lapakin

22 Juli 2026

264 views
Prompt AI Masih Laku? Mari Kita Lihat Kondisinya Sekarang (dan Mengapa Agents Lagi Trending)

Prompt AI Masih Laku? Mari Kita Lihat Kondisinya Sekarang (dan Mengapa Agents Lagi Trending)

Pernah dengar tentang "prompt engineer"? Atau pernah lihat orang-orang jualan template prompt AI dengan harga yang cukup besar? Mungkin tahun lalu atau beberapa bulan lalu, bisnis ini terasa sedang booming. Tapi sekarang kalau kita perhatiin, ada semacam shift di industri ini. Orang-orang mulai ngomongin "agents" dibanding "prompt", dan landscape semuanya terasa agak berubah.

Nah, di artikel ini kita coba bahas observasi jujur tentang kondisi pasar prompt AI sekarang. Bukan dengan nada menggurui, tapi lebih sharing "apa yang aku liat" dan "apa yang aku ngerti" (meskipun jujur juga, saya sendiri nggak 100% yakin tentang semua ini, soalnya teknologi AI bergerak cepat banget).

Prompt AI Dulu: Sempat Booming, Sekarang Gimana?

Kalau kita flashback ke beberapa tahun lalu, terutama setelah ChatGPT jadi viral, ada semacam "gold rush" dalam komunitas online tentang prompt engineering. Orang-orang mulai bikin template prompt, jualan e-book prompt, atau bikin course tentang "cara pakai ChatGPT dengan efektif".

Modelnya sederhana: belajar cara bikin prompt yang bagus, kumpulin template-template yang work, terus jual ke orang lain yang pengen cepat-cepat pakai AI tapi belum tahu caranya. Lumayan sederhana dan banyak yang untung dari bisnis ini.

Tapi kalau kita liat sekarang? Ya, masih ada orang yang jualan prompt, tapi energinya sudah nggak sama kayak dulu. Rasanya lebih like... situasi mulai jenuh atau kayak orang-orang udah mulai paham sendiri cara pakai AI tanpa perlu beli template mahal-mahal.

Ada beberapa yang mungkin jadi alasannya:

Pertama, AI tools sendiri jadi lebih intuitif. Dulu orang-orang butuh bantuan expert buat kalibrasi prompt yang tepat. Sekarang, bahkan newbie pun bisa pinter-pinter saja dengan trial and error. Model AI juga terus ditingkatin, jadi hasil bagus bisa didapat tanpa prompt yang super rumit sekalipun.

Kedua, informasi jadi lebih accessible. Tutorial gratis tentang prompt engineering bisa ditemuin di mana-mana. YouTube, Medium, Reddit, semua punya artikel atau video yang ngebimbing. Jadi orang-orang nggak perlu keluar duit buat belajar hal yang bisa mereka pelajari sendiri dengan santai.

Ketiga, value proposition-nya mulai blur. Kalau seorang content creator jualan "prompts emas yang dirahasiakan", tapi orang lain bisa dapat hasil sama atau bahkan lebih baik dengan gratis explore sendiri, ya jadi kurang attractive.

Jadi, apakah prompt AI masih laku? Jujur jawabanya: ada, tapi nggak sepopuler dulu. Market masih ada, tapi sudah lebih selective. Yang masih bisa jual adalah yang punya unique value, bukan cuma kumpulan prompt standar.

Trend Sekarang: Agents Sedang Naik

Nah, sekarang yang lagi happening adalah "agents". Kalau prompt itu input text, keluar output text dari AI model, agents itu lebih kompleks.

Agents itu seperti sistem AI yang bisa melakukan serangkaian tindakan untuk capai goal tertentu. Bukan cuma jawab pertanyaan, tapi bisa: cek email, buat keputusan, execute action, terus iterasi sampai problem solved. Agak seperti AI yang lebih "agentic" - punya agency atau kemampuan bertindak, bukan cuma jadi "mesin" yang respond ke input kita.

Contoh sederhana: kalau prompt engineer fokusnya "bagaimana saya bikin pertanyaan yang tepat ke AI", agents engineer fokusnya "bagaimana saya bikin sistem AI yang bisa bekerja autonomous untuk capai tujuan ini".

Ini kenapa orang-orang sekarang lebih excited tentang agents:

Pertama, complexity-nya lebih tinggi. Agents butuh architecture yang lebih sophisticated: vector databases, memory systems, decision trees, integration dengan tools lain. Ini berarti barrier to entry lebih tinggi, jadi nggak semua orang bisa coba-coba sendirian. Ini bisa jadi value buat yang bisa buat agents: kamu punya skills yang lebih niche.

Kedua, use case-nya lebih powerful. Dengan agents, kamu bisa automate workflow yang lebih kompleks. Bukan cuma "generate content", tapi "monitor sales data, analyze trend, suggest strategy, terus execute di sistem yang lain secara otomatis". Ini lebih valuable buat business.

Ketiga, competitive advantage yang lebih real. Di dunia prompt, semua orang bisa coba hal yang sama. Di dunia agents, kalau kamu tahu architecture dan tools yang tepat, kamu bisa build sesuatu yang nggak bisa di-copy dengan gampang.

Makanya, kalau dulu trend adalah "jualan prompt", sekarang trend lebih ke "jualan solusi agents yang custom-built untuk kebutuhan spesifik".

Perbedaan Prompt vs Agents (Simplified)

Coba kita sederhanakan perbedaannya supaya lebih jelas:

Prompt Engineering:

  • Input: "Tolong bantu saya bikin social media caption"
  • Proses: User bikin pertanyaan/instruction yang tepat
  • Output: AI generate caption, selesai
  • Timeline: Instant

Agents:

  • Input: "Saya butuh system yang monitor media sosial saya, analisa engagement, suggest content strategy, terus schedule post otomatis"
  • Proses: Build system dengan multiple components - data source, analysis tools, decision logic, action executor
  • Output: System yang jalan autonomous terus report hasil
  • Timeline: Weeks atau months untuk build dan optimize

Jauh berbeda kan? Satu sederhana, satu kompleks. Tapi karena kompleksitasnya, agents punya value yang lebih jelas.

Jujur, Saya Juga Nggak 100% Yakin

Ini yang penting untuk saya share: saya sendiri seringkali "masih bingung" tentang exactly apa yang sedang happening di landscape AI ini.

Teknologi AI bergerak cepat banget. Setiap minggu ada model baru, framework baru, tool baru. Orang-orang excited tentang berbagai hal - ada yang excited tentang prompt, ada yang excited tentang agents, ada yang excited tentang RAG (Retrieval Augmented Generation), ada yang ngomongin fine-tuning, ada yang explore multimodal models.

Jadi honest aja, observations saya ini bukan "kebenaran absolut". Ini lebih seperti "apa yang aku liat dari luar, dan pola apa yang aku observe sekarang".

Ada kemungkinan saya salah. Ada kemungkinan dalam 6 bulan, agents juga jadi saturated dan ada "next big thing" yang emerging. Ada kemungkinan jualan prompt tetap viable dan aku cuma nggak tau opportunity yang sebenarnya ada.

Yang bisa saya bilang hanya: trend kayaknya bergeser dari "prompt" ke "agents" atau "AI systems building", tapi belum tau pasti berapa lama trend ini bakal hold atau apa yang bakal next.

Observasi Pasar Sekarang

Kalau kita liat sekarang, beberapa pola yang bisa diobservasi:

1. Jualan prompt masih ada, tapi niche-nya berubah

Orang-orang yang masih successfully jualan prompt sekarang biasanya fokus ke niche tertentu. Misalnya: prompt khusus untuk penulis novel, prompt khusus untuk digital marketer, prompt khusus untuk social media manager. Mereka nggak jualan "prompt generic", tapi "prompt solution untuk problem spesifik kamu".

2. Agents/AI automation consulting sedang naik

Sementara itu, agencies dan consultant yang fokus "bikin AI automation solution untuk business" sedang naik pamornya. Mereka charge mahal, tapi mereka deliver comprehensive solution, bukan cuma template prompt.

3. Education masih solid

Course dan workshop tentang AI (baik prompt, agents, atau apapun) masih attractive karena banyak orang yang pengen belajar. Yang solid adalah mereka yang teach practical skills, bukan abstract theory.

4. AI tools untuk building jadi semakin sophisticated

Tools seperti LangChain, CrewAI, Dify, dan sejenisnya yang help people build agents jadi semakin mature. Ini berarti barrier to entry untuk bikin agents sebenarnya turun juga, tapi still lebih tinggi daripada bikin prompt.

Jadi, Apa Kesimpulannya?

Kalau kita balik ke pertanyaan awal: "Apakah jualan prompt AI masih laku?"

Jawaban jujurnya: ada, tapi berbeda dibanding dulu. Pasar masih ada tapi lebih selective. Yang bisa sukses adalah mereka yang:

  • Fokus ke niche spesifik, bukan generic
  • Punya unique value proposition yang clear
  • Build community atau brand di sekitarnya
  • Terus update seiring evolusi AI technology

Sementara itu, trend yang sedang naik adalah agents dan AI systems building, karena:

  • Complexity lebih tinggi, susah di-copy
  • Value lebih jelas untuk business
  • Use case lebih powerful dan practical

Tapi sekali lagi: ini observasi, bukan prediction yang akurat 100%. Teknologi bergerak cepat, dan bisa aja dalam beberapa bulan landscape sudah berubah lagi.

Yang penting adalah kalau kita pengen terlibat di space ini, kita harus terus learning dan adaptif. Jangan stuck di satu approach aja. Market berubah, tools berubah, yang tetap adalah mindset "penasaran, terus belajar, terus experiment".


Berbicara tentang systems dan automation, kalau Sobat Lapakin punya usaha jasa dan pengen automate order management dengan lebih efficient, Lapakin bisa bantu. Bukan agents AI yang super canggih, tapi sistem yang simple dan praktis untuk tracking order, kirim nota, dan kelola customer jadi lebih rapi. Kek beda antara prompt engineering dengan agents, ada "levels" dalam automation - dan untuk UMKM, simple automation yang praktis sering lebih valuable daripada yang super kompleks.

Coba Lapakin Sekarang Gratis!

Lapakin

Ditulis oleh

Lapakin

Penulis di Lapakin.

Komentar (0)

Ingin memberikan komentar?

Silakan masuk ke akun Anda terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi pada artikel ini.

Masuk / Login

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait